pikiran dan mental positif

Pikiran dan Mental Coba Diajak Positif Terus

Banyak berita baru terus bermunculan dengan adanya lay off atau bahasa Indonesianya PHK, pemutusan hubungan kerja yang dilakukan perusahaan di Indonesia. Berita terbaru yang cukup mengundang portal berita untuk diulas adalah tentang Gojek yang lay off hampir 400an karyawan.

Santapan manis para redaktur portal berita untuk mengulas yang kemudian dijadikan beberapa artikel agar menjadi trafik. Trafik bisa membuat mereka bertahan ditengah krisis, apalagi brand besar seperti Gojek. Pasti laku dibaca orang.

Tapi tidak buru-buru seperti ini juga, 400 dari 4000 itu 4%. Yang terpenting publish secepatnya kalau bisa jadi yang pertama (sebuah prinsip). 

berita gojek di cnn indonesia
sumber : cnnindonesia.com

Saya kira cuma perusahaan tempat saya bekerja saja yang melakukan lay off. Startup besar seperti Gojek juga terkena dampak pandemi.

Baca Juga : Terima Kasih Airy, Semoga Bisa Bertemu Lagi

Jadi tambah banyak kompetitor jobseeker, akan bermunculan ex-gojek di timeline Linkedin. Sebelumnya sudah banyak ex-traveloka, ex-grab, ex-Airy (headline saya ini) dan ex lainnya. Mari kita berkumpul di Coloseum Linkedin.

Biasanya jarang buka, saat ini hampir setiap pagi wajib buka. Siapa tahu ada chat masuk yang menawarkan opportunity atau postingan job terbaru. Berpikiran positif saja dulu, agar hal positif bisa masuk.

Pandemi Belum Tuntas

Faktanya pandemi belum berakhir. Tiap sore Pak Achmad Yurianto dari Gugus Tugas BNPB masih setia menyampaikan tambahan kasus positif virus corona. Tapi sekarang sudah ditemani Dokter Reisa Broto Asmoro, jadi Bapak tidak sendirian ya.

Achmad Yurianto ditemani Dr Reisa jadi jubir gugus tugas corona
sumber : tribunnewsmaker.com

Kasus demi kasus bertambah lagi bertambah lagi. Negara sudah tidak sanggup akhirnya PSBB mulai dicabut perlahan agar ekonomi berjalan. 

Dilema memang. Ini jadi sebuah harapan bagi kami yang tidak memiliki penghasilan pasca di PHK oleh perusahaan. Ada ancaman juga buat para tenaga medis yang berjibaku di rumah sakit menangani virus corona.

Dicari titik tengahnya, tentu jadi setengah-setengah. Jadi kepala daerah sulit juga, dituntut untuk menyelesaikan ini semua, tapi rakyatnya tidak mau membantu. Dilema lagi.

Kita ingin berpikir positif, pandemi akan segera berakhir sebentar lagi, ya maksimal Juni, ya mungkin sebulan lagi, dua bulan lagi dan seterusnya sampai entah kapan waktunya. Pikiran positifnya jadi berubah. Selama kita menjaga diri, jaga kesehatan Insya Allah aman dari virus ini.

Selalu Memiliki Pikiran dan Mental Positif

Disaat seperti ini, pasti rawan sekali untuk mengalami stress. Tiba-tiba kena lay off, bingung mau apa, keluarga perlu diberi nafkah, tagihan harus dibayar dan tempat baru sulit ditemukan.

Mayoritas sedang membekukan perekrutan karyawan baru. Sekalinya ada, langsung diserbu para ex perusahaan. Kompetisinya semakin tinggi.

Mau protes sama siapa? Sudah tidak perlu bergumam. Kita bisa melakukan hal positif agar positif lainnya mengikuti, seperti rezeki. Jangan cemberut saja.

Sudah banyak orang diluar sana yang mungkin sama nasibnya tapi mereka tetap bergerak. Maksudnya tidak berdiam diri menunggu bantuan datang. Mereka terus berusaha mengubah nasib, misal dengan berdagang.

Mau bagaimana? Perusahaan yang aktif untuk rekrutmen tidaklah banyak, sedangkan jobseeker sangat berlebihan. Demand dan supply sedang tidak seimbang. Makanya, beberapa orang melakukan pivot dengan berjualan. Prinsipnya yang penting dapur ngebul (maksudnya bisa makan).

Salah kah? Ya tidak, justru mereka itu yang memiliki pikiran dan mental positif. Mereka tidak pasrah pada keadaan. Mereka mungkin aktif mencari pekerjaan baru, tetapi tidak pasrah menunggu. Karena kebutuhan harus terus dipenuhi. 

Begitupula yang saya alami, menunggu pekerjaan baru cukup sulit di era pandemi seperti ini. Apalagi ditambah banyak ex perusahaan juga. Bukan berarti pesimis, tapi berpikir positif. Rekruter pastinya akan lebih banyak filter.

Jadi bagaimanapun caranya, tetap harus ada pemasukan.Oleh karena itu mencoba peruntungan berdagang adalah opsi yang cukup realistis.

berdagang juga jadi pikiran positif yang bisa ditempuh
sumber : harapanrakyat.com

Apa yang bisa dijual? Jawabannya pasti banyak, kalau anda sering lihat marketplace, ada ribuan produk yang dijual disana. Cara mudahnya, lihat yang anda gunakan saat ini, yang anda konsumsi hari ini. Pastinya anda kan membeli barang tersebut sebelumnya. Jadi kalau anda jual, tentu ada juga yang akan membeli.

Saya seorang muslim dan sebentar lagi akan merayakan hari raya Idul Adha. Dimana sebagian muslim melaksanakan ibadah haji dan muslim lainnya mengadakan Solat Idul Adha yang kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban.

Saya melihat ini sebuah peluang. Oleh karena itu, saya bersama senior saya untuk menjual hewan qurban yang bisa diakses secara online melalui website happyqurban.com. Insya allah hewan dengan kualitas terbaik dan amanah.

Mungkin Anda ingin menjual beragam jenis makanan atau juga minuman yang saat ini hampir selalu ada varian terbaru. Sesuaikan saja dengan minat anda.

Serahkan Kepada Yang Kuasa

Tahap terakhir untuk berpikir dan bermental positif adalah menyerahkan semua usaha yang kita lakukan kepada Yang Maha Kuasa, istilahnya Tawakal. Karena memang Allah yang bisa mengabulkan segala doa kita, hanya Dia Maha Pemberi Rezeki.

Bahkan keadaan seperti ini memang Allah sudah menentukan. Bukan berarti seterusnya kita pasrah dengan keadaan. Allah suka mereka yang berusaha, sehingga Dia bisa memberikan jalan yang terang.

berdoa dan tawakal termasuk pikiran positif
sumber : inilahkoran.com

Sederhananya, kita berusaha semaksimal mungkin dan selalu dekat dengan Dia, maksudnya beribadah. Insya Allah bantuan akan datang. Kita tidak pernah tahu rezeki datang darimana.

Mungkin Anda di PHK karena sudah disiapkan pintu rezeki lainnya. Misal ternyata Anda dipermudah untuk membuat perusahaan baru yang buat pendapatan lebih tinggi dari sebelumnya. Semua bisa terjadi.

Kita tidak akan tahu hal seperti itu. Jadi berpikir positif itu penting. Pikiran positif membawa kita kepada kebaikan yang lainnya Insya Allah. Kita dituntut untuk lebih sabar dan terus berusaha yang terbaik.

Berusaha juga jangan asal yang penting keras. Tetap punya rencana agar tidak berakhir sia-sia. Tapi bukan berarti ketika kita berdagang terus rugi itu sia-sia ya. Namun lebih kepada ketidakmampuan kita mendapatkan pelajaran.

Kalau gagal, berarti ada pelajaran yang bisa dipetik. Pelajari kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan. Karena yang kemarin itu adalah sebuah percobaan. Jadi pelajaran itu bisa dipakai untuk membuka usaha baru lainnya.

Jadi tetap memiliki pikiran dan mental positif, sebisa mungkin untuk selalu berkembang, bukan hanya berdiam diri. Apa cuma berdagang? Tidak, jika anda tidak punya passion berdagang, bisa coba bekerja sebagai freelance. Tapi itu juga berdagang sebenarnya, dagang jasa.

Belajar ilmu baru juga berarti positif. Belajar juga bertujuan untuk mengembangkan diri. Semoga dapat menjadi perantara hal baik seperti pekerjaan baru berikutnya.

Baca Juga : Belajar Fiqih Muamalah Sebelum Bertransaksi Jual Beli

Sebenarnya artikel ini bertujuan untuk jualan, namun sepertinya lebih ke motivasi. Baiklah tidak apa, kalau bisa bermanfaat, ya Alhamdulillah. Kalau ada saran silahkan jangan sungkan sampaikan di kolom komentar ya. Syukron, Jazakallahu khairan.

Aries Santoso

Seorang pelajar abadi dan praktisi SEO dan Digital Marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *