Belajar Fiqih Muamalah

Belajar Fiqih Muamalah Sebelum Bertransaksi Jual Beli

Kalian pernah transaksi tentunya? jual beli, investasi, top up uang digital dan sebagainya. Tapi apa kalian tahu yang kalian lakukan itu sudah sesuai dengan kaidah Fiqih muamalah?

“Jangan berjualan di pasar ini para pedagang yang tidak mengerti dien (muamalat)”

riwayat At Tirmidzi.

Begitulah perintah khalifah Umar bin Khattab kepada petugas yang diutusnya untuk masuk ke pasar-pasar dan mengusir para pedagang yang tidak mengerti halal-haram dalam hal jual beli.

Ditambah lagi riwayat dari Imam Malik bahwa Khalifah Umar memerintahkan para penguasa untuk mengumpulkan para pedagang dan orang-orang pasar. Lalu beliau menguji mereka satu per satu dan melarang mereka yang tidak mengetahui Fiqih muamalah untuk masuk ke pasar.

Begitu ketat ya zaman dahulu, seandainya zaman ini masih menggunakan cara tersebut, pastinya semua orang akan nyaman bertransaksi di pasar. Namun sayang, bangsa Yahudi membuat sistem yang digunakan di berbagai belahan dunia hingga saat ini.

Tapi apa kita tidak bisa meninggalkannya? Jawabannya jelas bisa. Kalian bisa juga tonton video yang saya buat ini atau mendengarkan audio podcast di spotify dan platform podcast lainnya.

Apa Fiqih Muamalah? Kenapa Harus Belajar Ilmu Ini?

Fiqih muamalah adalah hubungan sesama manusia dalam interaksi sosial sesuai syariat. Jadi Muamalah ini seperti aturan yang terjadi ketika kita berinteraksi sosial antar sesama manusia. Karena interaksi sosial jadi bisa banyak bidang, seperti politik, ekonomi, dan lainnya.

Tapi sekarang ini, muamalah sering dikaitkan hanya dengan ekonomi, seperti transaksi jual beli. Padahal hal tersebut dinamakan muamalah aliyah. Tapi tidak mengapa, saya juga akan membahas spesifik muamalah ekonomi ini.

Lalu kenapa? Pertama adalah ilmu ini mempelajari tentang harta. Dimana harta akan menjadi salah satu perkara yang akan dihisab di akhir kehidupan dunia ini. Jangan sampai harta yang kita punya ini menjadi beban hisab kita yang justru membawa kita kedalam neraka.

Kedua, saat ini banyak hal syubhat terjadi, apalagi tentang transaksi jual beli. Yahudi menguasai dunia  dengan transaksi yang mereka buat. Kita sebagai muslim harusnya bisa menghindari hal tersebut. Jangan sampai kita terjebak dengan hal syubhat yang mereka buat.

transaksi jual beli
(sumber : merdeka.com)

Saya pun pernah terjebak pada transaksi yang dilarang syariat ini membuat harta saya menjadi haram dan tidak berkah. Hampir terjebak juga dalam pekerjaan yang tidak sesuai syariat dan Alhamdulillah saya berhasil menghindari hal tersebut saat ini.

Saat ini sulit menghindari transaksi haram, hampir semua penawaran yang terjadi saat ini mengandung riba, gharar, dan dzalim. Coba lihat saja, penawaran kredit dimana-mana, tidak hanya dari bank konvensional, melainkan lembaga keuangan kecil pun sudah punya dana yang bisa dikreditkan kepada orang banyak.

Sistem MLM, nabung emas, investasi konvensional hingga yang berkedok “syariah” saat ini sudah banyak beredar. Dan kebanyakan masyarakat saat ini tidak mengetahui bahwa kebanyakan hal tersebut memiliki akad diluar syariat islam. Akhirnya mereka merasakan dampaknya dari transaksi haram yang dilakukan.

Dampak Harta Haram

Lalu mengapa dengan harta haram? Tentu harta haram ini akan memberikan dampak negatif untuk kehidupan kita. Bahkan bisa berlarut membawa kita kepada neraka. Selain berdampak untuk diri sendiri, harta haram juga akan berdampak kepada manusia lainnya secara umum.

Beberapa hal yang menjadi dampak dari harta haram yang dikutip dari Buku Harta Haram Muamalat Kontemporer sebagai berikut.

1. Mendurhakai Allah dan Mengikuti Langkah Setan

Allah telah berfirman

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Al Baqarah : 168

Allah menyuruh kita untuk memakan harta yang diperoleh dari cara yang halal, sedangkan sebaliknya makan dengah hasil harta haram adalah perbuatan syaitan yang durhaka kepada Allah.

Jadi sangat dianjurkan kepada seluruh umat Rasulullah untuk memakan makanan yang halal dan dengan cara yang halal saja. Karena makanan yang halal yang diperoleh dengan cara yang haram, tentu kehalalan makanan tersebut menjadi gugur. Akibatnya merusak kesehatan jasmani, rohani dan akal pikiran kita.

Namun jika kita memastikan semuanya halal, maka akan menjadi pemicu untuk mengerjakan amal shalih lainnya dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

2. Memakan Harta Haram Sama Seperti Yahudi

Kalau kita makan harta yang haram, berarti kita sama dengan orang-orang Yahudi. Orang Yahudi digambarkan oleh Allah sebagai masyarakat yang rusak dan hancur. Karena mereka sangat suka memakan harta yang haram.

Hal ini sudah difirmankan Allah pada Al Quran

“Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.”

Al Maidah : 62

Jadi mau seperti mereka?

3. Petaka Buruk Dan Doa Yang Tak Terkabul

Dampak lainnya adalah seperti yang saya sebut sebelumnya, petaka buruk yang akan terjadi pada manusia yang memakan harta haram adalah dimasukkan kedalam neraka.

Lalu bayangkan kalau harta haram yang kalian peroleh diberikan juga kepada istri dan anak. Berarti sama saja seperti menyuapkan mereka dengan api neraka.

Selain itu, memakan harta haram ini membuat doa yang selalu kita panjatkan tidak dikabulkan oleh Allah SWT.  Bahkan ibadah shalat pun juga dikhawatirkan akan ditolak. Ibnu Abbas berkata “Allah tidak menerima shalat seorang yang di dalam perutnya ada makanan haram”.

Buat orang yang jarang sholat mungkin hal biasa, tapi bagaimana buat yang sudah rajin beribadah, rajin sholat namun semua yang dilakukan tersebut berakhir sia-sia karena memakan harta haram.

4. Pertanda Azab Akan Datang

Dampak yang lebih dahsyat adalah menimpa orang lain di sekitar kita. Ini yang paling merugikan, sudah menimpa diri sendiri, orang lain yang mungkin tidak bersalah juga ikut terkena azab. Coba lihat saja bencana yang silih berganti turun menimpa berbagai daerah.

Hal tersebut tentu disebabkan dosa-dosa yang dilakukan manusia di lokasi tersebut. Makanya Allah menurunkan azab yang turut serta menimpa orang yang tidak bersalah. Allah sudah berfirman

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”

Asy Syuura : 30

Belajar Fiqih Muamalah

Betapa dahsyatnya dampak yang terjadi ketika makan dari harta haram. Semoga kita masih terhindar dari hal-hal yang memang nyata dan jelas dilarang oleh syariat islam.

Untuk hal-hal yang memang meragukan bahkan mungkin terlihat seperti sudah sesuai syariat ini kita harus lebih hati-hati lagi. Karena yang seperti itu belum berarti halal sebelum kita tahu ilmunya.

Karena itu, saya ingin belajar kembali, belajar memahami Fiqih Muamalah sebelum turun ke pasar sebagai pedagang, ataupun sebagai pembeli dan bertransaksi dengan para pedagang yang mungkin belum mengetahui syariat yang benar.

Dulu saya mengikuti ceramah di Youtube yang membuat saya sadar bahwa yang saya lakukan saat ini ternyata belum sesuai syariat. Ceramah Ustadz Erwandi Tarmizi membuat saya menarik kembali deposito dan reksadana syariah yang saya punya karena ternyata hal tersebut tidak sesuai hukum muamalah.

Foto Ustadz Erwandi Tarmizi
Ust Erwandi Tarmizi (sumber : moslemtoday.com)

Dr Erwandi Tarmizi M.A, begitulah nama lengkap beserta gelarnya. Beliau ini adalah lulusan S2 Ushul Fiqih, Fakultas Syariah, Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi. Lalu melanjutkan S3 Ushul Fiqih ditempat yang sama dan mendapatkan gelar doktor dengan predikat mumtaz.

Setelah mendapatkan gelar doktor, beliau kemudian menulis sebuah buku dengan judul Harta Haram Muamalat Kontemporer yang membahas transaksi-transaksi haram di berbagai institusi keuangan.

Tidak hanya tentang transaksi haram, namun semua hal yang berkaitan dengan muamalat saat ini. Kartu kredit, asuransi, diskon, kartu diskon, hadiah dan banyak lainnya.

Di buku ini juga beliau membahas tentang solusi permasalahan yang terjadi dari transaksi haram tersebut. Bagaimana mencegahnya dan bagaimana cara bertaubat bagi muslim yang sudah terlanjur sesat, menyimpang dari jalan yang benar.

Saya akan coba mengulas dan berbagi apa yang ada pada buku ini untuk bantu menjawab permasalahan yang sering terjadi saat ini.

Tentu saya juga membutuhkan bantuan kalian semua untuk memberi saran dan mungkin juga revisi perbaikan bila ada yang salah dalam penulisan. Saya berharap kita sama-sama belajar memahami fiqih muamalah ini agar dapat terhindar dari harta haram ini.

Setiap tulisan, saya akan buat juga dalam bentuk video Youtube dan audio Podcast. Jangan lupa share ke kerabat yang lainnya agar semakin bermanfaat.

Aries Santoso

Seorang pelajar abadi dan praktisi SEO dan Digital Marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *